Berlari.id — Tiga pelari Indonesia berhasil menaklukkan rute dan finis pada ajang Tor Des Geants di Lembah Aosta, Italia yang berlangsung 14-21 September 2025. Pada lomba lari ultra-trail legendaris ini, ketiga pelari Indonesia itu berhasil menyelesaikan rute sejauh 330 kilometer dan elevasi lebih dari 24.000 meter.
Ketiga pelari tersebut adalah Sianti Candra, Hendra Siswanto, dan Rahmat Sepriyanto.
Sianti yang mengawali lomba pada Minggu (18/9/2025) siang waktu setempat, finis di posisi ke-246. Ia menyelesaikan jarak 335,6 kilometer dalam total waktu 120 jam 55 menit,43 detik.
Sementara Rachmat, menyelesaikan lomba dengan finish di posisi 234. Rachmat yang memulai lomba pada Minggu pukul 10.00, finis dengan catatan waktu 119 jam 52,36 menit.
Sedangkan Hendra, finis di posisi 272. Hendra yang sama-sama memulai lomba dengan Rachmat, menyelesaikan tantangan tersebut dalam waktu 123 jam 42,13 detik.
Perjalanan ketiga pelari Indonesia di TOR Des Geants bisa dilihat langsung di akun Instagram masing-masing. Mereka harus melawan tantangan lembah Aosta di pegunungan Alpen yang benar-benar menguji fisik, mental, dengan kondisi cuaca yang dingin hingga medan yang terjal.
Dalam salah satu unggahan di akun Patricia Lisia istrinya, Hendra Siswanto sempat memperlihatkan sedang memasak nasi dan lauk di km 203.
Uniknya, Hendra yang belum lama ini menyelesaikan program lari kemanusiaan untuk Palestina dengan jarak 1.200 kilometer Jakarta-Bali, membawa sendiri semuannya. Dari rice cooker, beras, hingga lauknya. “Habis,” katanya yang terlihat begitu lahap menikmati nasi hangat dan vegan beef.
Rachmat juga terpantau sempat menghubungi sang istri via video call. Ini cara salah cara peraih rekor Muri Berlari Melintasi Gunung Terbanyak dalam Satu Provinsi (7 gunung, 500 kilometer, 6 Hari 21 jam 21,35 menit) itu agar tetap semangat menyelesaikan tantangan TOR.
Sianti yang juga ikut pada tahun lalu mengatakan, tahun ini dramanya berbeda dengan tahun 2024.
“Dari 200 kilometer dah lari dengan blister kiri dan kanan. Sakit gak? sakit lah. Cuma masih bisa ditoleransi aja karena taping jadi tidak sesakit itu,” kata Sianti di story Instagramnya memperlihatkan kakinya yang terkena blister.

Tinggalkan Balasan