Berlari.id – Merumatta Coast Trail atau MCT 2026 tinggal menghitung hari. Para peserta mengaku sudah tidak sabar untuk berlomba. Meski demikian, mereka tidak lupa untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin agar bisa finis strong pada ajang yang akan diselenggarakan pada Minggu (8/2/2026) ini. Apalagi tidak sedikit yang akan virgin trail run atau ajang lari trail pertama mereka di MCT 2026.
Tahun ini, Merumata Coast Trail (MCT) yang akan start dari Hotel Merumatta Senggigi Lombok memasuki tahun keempat penyelenggaraannya. Menurut data laman resmi mereka di merumattacoasttrail.com, ada 702 peserta terdaftar yang dibagi dalam empat kategori lomba.
Empat kategori itu yakni 8k dengan total peserta terdaftar 141 orang, kategori 15k dengan total peserta terdaftar 184 orang, kemudian kategori 25k dengan 257 peserta terdaftar, dan kategori 50k dengan 120 peserta terdaftar.
Selain warga Indonesia, para peserta MCT 2026 yang di-organizer oleh Merumatta Senggigi Lombok ini berasal dari luar negeri. Di antaranya Inggris, Prancis, Belgia, Swiss, Jerman, Australia, Belanda, Kanada, Turki, Korea Selatan, Spanyol, India, Rusia, Jepang, Polandia, Italia, dan Selandia Baru.
Menghadapi lomba tahun ini, berbagai persiapan dilakukan para peserta yang akan ambil bagian. Tidak hanya mereka yang baru pertama kali trail di MCT 2026, tetapi juga yang pernah ikut atau punya pengalaman ajang trail lainnya.

“Ini salah satu wishlist yang sudah saya persiapkan dari setahun lalu. Kebetulan juga lokasinya dekat dengan rumah,” kata Rio Alexander (37), peserta asal Lombok.
Rio yang akan turun di kategori 25k menambahkan, MCT 2026 jadi spesial karena menjadi event full trail pertamanya. “Saya akan virgin race trail di sini. Jadi sudah gak sabar untuk race bareng peserta lain. Targetnya cukup finis strong dan under cut of time dulu,” kata Rio.
Demi mewujudkan targetnya, Rio benar-benar mempersiapkan diri. “Untuk persiapan sudah dilakukan, baik dari tes rute MCT, lalu latihan penguatan fisik hampir tiap hari, kemudian mempelajari teknis fueling (asupan energi) yang benar selama race. Selain itu, saya sudah melengkapi persyaratan yang diminta panitia MCT guna terverifikasi untuk ikut dalam race MCT,” kata Rio yang latihan ketahan fisik dengan lari road, juga trail.
Selain Rio, peserta lain yang juga siap untuk berlomba adalah Candra Hadisasmito Tjondronegoro (38). “Saya tertarik mengikuti MCT 2026 karena Ini merupakan race trail pertama saya, sekaligus event lari pertama yang saya ikuti dengan skala Nasional ataupun Internasional. Karena itu, MCT 2026 terasa sangat spesial sebagai langkah awal perjalanan saya di dunia trail running,” kata Candra.
Candra menambahkan, ia ingin menjadikan MCT sebagai pengalaman awal untuk menantang diri sendiri dan keluar dari zona nyaman. “juga merasakan atmosfer race yang sesungguhnya, khususnya di jalur trail yang berbeda dari lari biasa,” kata Candra.

Oleh karena itu, berbagai persiapan dilakukan Candra. Mulai dengan latihan lari rutin, meningkatkan jarak secara bertahap, serta mulai membiasakan diri dengan latihan tanjakan dan turunan.
“Selain fisik, saya juga mempersiapkan mental agar siap menghadapi tantangan di kategori 15K, sekaligus belajar menikmati proses dan pengalaman race pertama ini,” kata Candra yang menargetkan finis strong.
MCT 2026 terasa sangat spesial sebagai langkah awal perjalanan saya di dunia trail running – Candra.
Peserta yang sudah beberapa kali ikut event rail juga mengaku benar-benar mempersiapkan diri. Abenk (36) peserta asal Lombok lainnya mengatakan, MCT kategori 25k yang akan diikutinya akan sangat menantang. “Elevasi kurang lebih 1500m. Ini adalah rute terpanjang race saya selama ini,” kata Abenk.
Sebelum MCT, Abenk pernah ikut dan berhasil finis di lari trail dengan kategori 7K, 10k, dan 21k. “Tahun depan, saya berencana ikut lagi di kategori 50k,” kata Abenk.
Abenk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya agar bisa finis strong di kategori 25K. “Beberapa bulan terakhir saya rutin latihan strength, juga ketahanan. Termasuk dengan ikut kegiatan Lombok Hash dua kali seminggu. Latihannya di sela-sela kesibukan kerja,” kata Abenk yang sehari-hari bekerja di jasa perjalanan wisata.
Selain peserta, sweeper yang akan bertugas juga turut mempersiapkan diri. Sweeper bertugas memantau tidak ada peserta yang tertinggal di jalur sesuai kategori masing-masing, termasuk membantu peserta yang membutuhkan pertolongan.

Yung Intan Mheutia, dari Runjani (komunitas lari di Lombok) yang akan menjadi sweeper di MCT 2026 mengatakan, ia juga mempersiapkan diri untuk tugas tersebut. Mulai dari latihan elevasi, kekuatan, longrun, termasuk cek rute.
Sebagai sweeper, tia berpesan agar peserta mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin. “Persiapan peserta ya harusnya latihan baik lari road, longrun, tempo, termasuk strength, latihan elevasi, kalau bisa cek rute dicoba rutenya,” kata Tia.
Hal itu penting untuk mengantisipasi kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini. Oleh karena itu, para peserta juga harus mempersiapkan obat-obatan pribadi, hingga maps lewat file GPX.
“Tantangan MCT tahun ini adalah rute 8K sama 15K ada perubahan jalur balik. Kalau dulu turun dari Loco ke arah Bukit Kerandangan kemudian full road ke Merumatta. Kalau sekarang, turun ke arah Sungai ke Perumahan Green Valley kemudian masuk ke pantai lagi di Cafe Alberto,” kata Tia.
Selain dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, ajang ini juga didukung oleh Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat, serta Komunitas lari Lombok dan Bali yakni Lombok Hash House Harriers, Runjani, Timiks, Shuffle & Stride dan Riot Lombok.

Tinggalkan Balasan