Cerita Astry, Mulai Lari Karena Patah Hati Berujung Jadi Pacer Pocari

Pacer menjadi salah satu sosok penting pada ajang lomba lari. Tetapi menjadi pacer tidak mudah. Ada proses panjang yang harus mereka lewati. Astry Darmayanti Mandasari (29) yang mulai lari karena patah hati hingga menjadi pacer Pocari (Pocari Sweat), paham perjalanan agar sukses menemani pelari mencapai target finis mereka di lomba lari.

Area Pasar Seni kawasan Pantai Senggigi, Lombok Barat, sekitar 18 kilometer barat laut Mataram, ibu kota, Nusa Tenggara Barat, masih lengang saat beberapa pelari tiba, Minggu (16/1/2026) pagi lalu. 

Mereka terlihat sudah mengenakan kostum lari lengkap dan siap untuk agenda hari itu. Buka hanya mencoba rute lari baru Pantai Senggigi, tapi juga  pengambilan video.

Setelah berkumpul, mereka mulai pemanasan. Meski lari mereka kali ini untuk “konten”, namun pemanasan wajib agar tidak cedera. Baru dilanjutkan dengan lari dan pengambilan video di berbagai titik sepanjang jalur lari Pantai Senggigi.

Video tersebut akan digunakan sebagai salah satu syarat seleksi Pacer Pocari Sweat Run 2026. Pacer adalah sebutan untuk pelari yang bertugas dalam lomba lari untuk menjaga ritme, konsistensi, dan tempo tertentu (pace) guna membantu peserta mencapai target waktu finis.

Salah satu dari pelari di Senggigi pagi itu, Astry Darmayanti Mandasari, akan mendaftar sebagai Pacer Pocari Sweat 2026 atau pacer di ajang-ajang lomba lari yang diselenggarakan Pocari Sweat di 2026.

“Ini adalah kedua kalinya saya ikut seleksi. Tahun lalu (2025), saya juga terpilih menjadi Pacer Pocari Sweat,” tutur Astry saat ditemui di Mataram, Kamis (5/2/2026).

Patah hati

Berbagai alasan mendorong seseorang memutuskan untuk mulai berlari. Termasuk Astry. “Tahun 2014, saat masih tinggal di Jawa, saya ikut seleksi untuk jadi tentara,” kata Astry.

Dalam beberapa tahun setelah itu, alasan Astry berlari memang untuk seleksi masuk tentara. Meski pada akhirnya ia tidak lolos, ia terus lanjut lari. “Saya ingat sekali, tahun 2017 itu jarak 5k (5 kilometer) saja rasanya sudah jauh,” tutur Astry.

Tahun 2020 menjadi titik balik Astry di dunia lari. Patah hati karena kisah asmara yang kandas, membuatnya pulang ke Lombok. Alih-alih berhenti lari, ia justru semakin banyak berlari. Bahkan meningkatkan jarak tempuhnya dari 8 kilometer hingga 10 kilometer.

“Bahkan, saya pernah lari sampai 20 kilometer dari Ampenan ke Senggigi. Ya tidak sepenuhnya lari. Lari 10 kilometer ke Senggigi, baliknya 10 kilometer juga tapi jalan kaki..ha ha ha,” kata Astry.

Tahun 2021, ia berkenalan dengan Runjani, komunitas lari di Lombok yang selanjutnya menjadi support system penting dalam perjalanan larinya hingga menjadi pacer.

Ia kemudian rutin ikut kegiatan lari bersama Runjani sampai pada 2023 memberanikan diri mengikuti race (ajang lomba lari) pertamnya. Pilihannya jatuh ke Pocari Sweat Run – Indonesia di Bandung. Kala itu, Pocari Run yang memasuki tahun ke-10 penyelenggaraannya, berlangsung hybrid (luring dan daring) dan diikuti 27.000 pelari.

Astry menjadi salah satu pelari yang langsung ke Bandung dan finis di kategori Half Marathon (21K). Pengalaman itu mendorong Astry untuk menantang diri sendiri ke kategori berikutnya, Full Marathon (42K).

“Saya ambil FM di Maybank Bali Marathon pada 2024. Alhamdulillah, finis strong dalam waktu 5 jam,” kenang Astry.

Menjadi Pacer

Astry (depan kanan) saat latihan bersama rekan-rekannya di Runjani, Komunitas Lari di Lombok

Beberapa hari usai finis FM di MBM 2024, Astry mengalami kecelakaan. Hal itu membuatnya berhenti lari sekitar tiga bulan demi pemulihan. “Saya memang tidak lari, tetapi mengusahakan untuk terus bergerak. Lari saya ganti dengan jalan kaki 10 kilometer,” kata Astry.

Setelah kondisinya fit dan bisa kembali belari, Astry menerima tawaran menjadi pacer di ajang Merummata Half Marathon 2024. “Saya Pacer Pace 8. Alhamdulillah, tugas sebagai pacer saat itu sukses,” kata Astry.

Tugas Astry sebagai pacer tidak berakhir. Runjani mempercayakan ia menjadi pacer pada lari rutin komunitas itu setiap Rabu malam. Sampai akhirnya, ada seleksi menjadi pacer Pocari Sweat Run 2025.

“Saya coba mendaftar. Alhamdulillah, terpilih dari 1.900 pendaftar dari seluruh Indonesia,” tutur Astry bangga.

Astry sebenarnya tidak menyangka bisa terpilih. Apalagi setelah mendaftar, ia sempat ragu akan kemampuannya. “Sempat tidak percaya diri. Apalagi saya kan gak punya banyak follower, bukan pelari influencer,” kata Astry.

Di tengah rasa pesimistis itu, Astry merasa sangat beruntung punya rekan-rekan sesama pelari di komunitas Runjani yang percaya pada kemampuannya. “Mereka yang terus menyemangati. Mengatakan kalau saya bisa. Makanya, selamanya seleksi, teman-teman di Runjani selalu menemani misalnya untuk tes long run, membuat konten video, dan lainnya,” kata Astry.

Dari semula pesimistis, Astry mengaku kembali optimistis. Hal itu membuatnya antusias mengikuti setiap tes untuk seleksi Pacer Pocari Sweat Run tahun 2024. Seperti tes usaha maksimal (maximal effort) biasanya lewat interval pendek atau tes personal best.

Termasuk strategi balap di mana paruh kedua jarak ditempuh lebih cepat daripada paruh pertama (negative split) maupun positive split (paruh kedua perlombaan diselesaikan lebih lambat daripada paruh pertama), pacing atau pace lari, hingga penguatan.

Setelah dinyatakan lolos, masih ada berbagai kegiatan yang harus ia ikuti sebelum terjun menjadi pacer Pocari Sweat Run. Antara lain lokakarya, long run bersama para pacer lainnya, hingga photoshot studio.

“Lokakaryanya menarik. Kami diajarkan tentang bagaimana menjadi pacer yang baik dengan pendekatan sport science. Jadi tidak membayangkan bisa sampai di sana karena dulu tahunya lari-lari saja,” kata Astry.

“Kak” Pacer

Pocari Sweat Run Indonesia 2025 di Bandung 19-20 Juli 2025 menjadi pembuktian pertama gadis kelahiran Lombok, Juni 1996 ini. Ia langsung mendapat tugas menjadi pacer untuk gerbong Sub 40 kategori 5K. 

Ia sukses menjalakan tugasnya itu. “Banyak banget pelari di gerbong ini. Syukurnya, kami bisa bikin seru dan heboh karena ada full musik sepanjang jalan. Pas melihat pelari-pelari yang ditemani finis, rasanya campur aduk,” kata Astry yang mendapat banyak pesan pujian dari pelari di akun medsosnya.

Dari Bandung, Astry punya jeda kurang lebih sebulan sebelum tugas berikutnya yakni pacer di Pocari Sweat Run Lombok di Sirkuit Mandalika, 13-14 September 2025. Tugasnya lebih berat yakni menjadi pacer di gerbong Sub 2 jam 30 menit kategori Half Marathon.

Oleh karena itu, ia harus kembali latihan rutin yang tetap dipantau oleh Pocari Sweat. Selain itu, ada juga tes bagi pacer. 

Latihan itu membuatnya berhasil menemani  pelari di gerbong itu di Pocari Sweat Lombok Run 2025 sampai finis. Tetapi Astry mengaku itu tidak mudah. Bahkan ia sempat berada di momen pengin menyerah.

“Mandalika panas banget. Hampir menyerah. Tetapi beruntung, ada rekan sesama pacer yang menyemangati. Mereka orang-orang hebat. Jadi saya berpikir, kalau mereka bisa, kenapa saya harus menyerah,” tutur Astry.

Proses panjang dari awal lari karena patah hati, hingga menjadi pacer Pocari mengajarkan banyak hal untuk Astry. Dari pengetahuan tentang lari, menjadi pacer yang baik, hingga rasa percaya diri yang meningkat.  

“Juga banyak teman dan makin terkenal. Sekarang, sering tiba-tiba ada yang panggil kak pacer, padahal gak saya kenal..ha..ha..ha,” kata Astry yang kini juga dipercaya sebagai brand ambassador Amore Espresso, kedai kopi di kawasan Udayana, Mataram.

Saat ditanya apa rencana selanjutnya, Astry yang sedang menunggu pengumuman seleksi Pacer Pocari Sweat Run 2026 mengatakan akan terus berlari. Bahkan, ia tertantang untuk mencoba event lari trail di tahun-tahun mendatang. Sukses Kak Pacer!

Artikel menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *