Lombok, Berlari.id – Ajang Pocari Sweat Run Lombok yang memberikan pengalaman berlari di lintasan Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika kembali digelar, 11-12 Juli 2026. Sebanyak 9.200 pelari ambil bagian dalam ajang yang pada 2026 ini memasuki tahun kedua penyelanggaraannya.
Sama seperti tahun sebelumnya, Pocari Sweat Run Lombok (PSRL) 2026 dibagi dalam empat kategori yakni 4,3 kilometer (k) atau Sunset Run dan kategori Sunrise Run yakni 10k, half marathon, dan full marathon.
Selain itu, penyelenggaraannya dalam dua hari yakni Sabtu (11/7/2026) untuk Sunset Run dengan jarak 4,3 kilometer atau berlari di lintasan Sirkuit Mandalika.
Sementara hari kedua pada Minggu (12/7/2026) untuk kategori 10k, hm, dan fm. Sama seperti kategori 4,3k, tiga kategori itu start dan finis di Sirkuit Mandalika. Hanya saja, peserta di tiga kategori tersebut juga harus berlari di luar Sirkuit Mandalika.
Pantauan sapalah.com, para pelari sudah tiba di Sirkuit Mandalika sejak Jumat (10/7/2026) untuk race pack collection atau sesi pengambilan kelengkapan lari atau race. Sejak dibuka pada Jumat siang, para pelari terlihat antusias mengikuti proses yang terbilang cukup cepat. Dari registrasi hingga pengambilan baju lari.
Antusias peserta itu berlanjut pada Sabtu sore saat lari untuk Sunset Run 4,3K. Menjelang start pada pukul 17.20 Wita, peserta sudah bersiap-siap digaris finis. Ada yang lari sendiri, ada juga yang datang bersama pasangan, keluarga, bahkan rekan satu komunitas lari.
Tidak hanya mengenakan baju lomba, ada juga yang menggunakan kostum unik. Hal itu menambah kemeriahan kategori yang menjual daya tarik suasana senja atau saat matahari terbenam di kawasan Mandalika.
Selama berlari di lintasan sirkuit yang tiap tahun digunakan untuk balap MotoGP ini, para peserta juga disuguhkan cheering. Dari para pelajar, komunitas, hingga atraksi barongsai. Hal itu menambah semangat mereka hingga garis finis.
Sementara itu, pada hari Minggu (12/7/2026), para peserta kategori 10k, HM, dan FM sudah tiba di Sirkuit sejak Minggu dini hari. Udara dingin Lombok tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk menaklukkan rute kategori masing-masing hingga finis.
Kategori FM start paling awal pukul 04.00 Wita, disusul HM dan 10K masing-masing pukul 05.25 Wita dan 06.10 Wita.
“POCARI SWEAT RUN Lombok bukan sekadar event olahraga biasa. Tahun ini, 9.200 pelari yang berasal dari 325 kota/kabupaten seluruh Indonesia berpartisipasi, di mana 72% di antaranya datang dari luar Lombok. Momentum yang bertepatan dengan musim liburan ini diperkirakan memberikan dampak perputaran ekonomi lokal yang mencapai ± 95 Miliar Rupiah,” ujar Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka Puspita Winawati.
Penyelenggaraan PSLR2026 juga bertepatan dengan masa libur sekolah. Sehingga dimanfaatkan para peserta untuk berlibur bersama keluarga di Lombok, khususnya Mandalika.
“Kami yakin di masa liburan sekolah ini, pelari tidak hanya datang untuk berlari sendiri, namun datang bersama keluarga dan pendukungnya yang bantu mendongkrak okupansi hotel serta menggerakkan roda perekonomian daerah,” kata Puspita.
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia juga mengapresias POCARI SWEAT yang konsisten memperluas budaya berolahraga yang secara aktif menyentuh wilayah Tengah dan Timur Indonesia melalui kegiatan PSRL 2026.
“Pemerintah terus mendukung inisiatif yang memotivasi masyarakat untuk hidup sehat secara merata terutama melalui konsep Sport Tourism. Lombok sebagai hub yang strategis mendekatkan pelari dari wilayah Tengah dan Timur Indonesia adalah langkah strategis untuk menghilangkan batasan geografis dalam berolahraga,” kata Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga RI Taufik Hidayat yang terpantau ikut melepas peserta Sunset Run.
Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia Ni Luh Puspa menambahkan, penyelenggaraan PSRL 2026menunjukkan sport tourism memiliki potensi besar untuk mendorong pariwisata berkualitas di Indonesia.
“Lebih dari sekadar ajang olahraga, event seperti ini mampu menarik wisatawan, memperpanjang lama tinggal, meningkatkan okupansi hotel, menggerakkan UMKM, serta memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal,” kata Ni Luh Puspa.
Menurut puspa, Lombok adalah destinasi tak biasa untuk berlari. Tetapi, penyelenggaraan PSRL justru berhasil menarik animo pelari dari seluruh Indonesia, termasuk partisipasi internasional dari 21 negara.
“Kegiatan olahraga yang bisa dijadikan sebagai ajang untuk memperkenalkan potensi Lombok sebagai destinasi wisata dunia,” ujar Ni Luh.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) turut mengapresiasi dampak langsung yang dirasakan oleh masyarakat lokal. Hal itu terlihat dari okupansi hotel-hotel di sekitar kawasan wisata dan sirkuit melaporkan lonjakan yang masif. Begitu juga dengan pelaku UMKM dan sektor transportasi lokal bergerak aktif melayani ribuan wisatawan.
“Kami sangat mengapresiasi penyelenggaraan POCARI SWEAT Run dengan memilih Lombok sebagai tuan rumah di tahun kedua. Sinergi ini tidak hanya mengisi penuh hunian hotel dan menghidupkan UMKM dan transportasi lokal, tetapi juga membuktikan kepada dunia bahwa infrastruktur pariwisata NTB sangat siap menyelenggarakan event bertaraf internasional yang masif dan inklusif,” kata Gubernur NTB Lalu Muh Iqbal.
Pantauan sapalah.com, respon para pelari usai finis cenderung positif. Tidak sedikit yang baru pertama kali berlari di aspal Sirkuit Mandalika yang biasa digunakan untuk balap motor.
The Mandalika dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan POCARI SWEAT Run Lombok 2026 tidak terlepas dari kesiapan infrastruktur kawasan yang mampu mendukung pelaksanaan ajang lari berskala besar.
Rute yang melintasi Pertamina Mandalika International Circuit serta sejumlah area di kawasan The Mandalika menghadirkan pengalaman berlari yang khas, memadukan lintasan sirkuit berstandar internasional dengan panorama pesisir, perbukitan, serta lanskap alam Lombok.
“Kami bangga Pertamina Mandalika International Circuit dapat dieksplorasi secara kreatif melalui olahraga lari dan menjadi bagian dari pengalaman POCARI SWEAT Run Lombok 2026. Didukung kesiapan infrastruktur kawasan yang terus kami optimalkan, para peserta dapat menikmati pengalaman berlari yang aman dan nyaman melalui rute yang memadukan atmosfer sirkuit modern dengan panorama pesisir, perbukitan, serta keindahan lanskap The Mandalika saat matahari terbenam dan terbit.” Kata Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Troy Warokka, mengatakan,
“Penyelenggaraan event ini juga menunjukkan bahwa The Mandalika tidak hanya menjadi tuan rumah berbagai ajang motorsport berskala internasional, tetapi juga memiliki infrastruktur kawasan yang adaptif untuk mendukung beragam kegiatan olahraga, pariwisata, dan gaya hidup. Hal ini sejalan dengan komitmen kami untuk terus memperkuat The Mandalika sebagai The Ultimate Lifestyle Sportstainment Destination,” ujar Troy.
Apresiasi pelari
Para peserta terpantau mengapresiasi PSRL 2026. Anidyana, salah satu peserta kategori 10k menulis di akun Threadsnya. “Senang banget karena akhirnya semua latihan, capek, dan rasa ragu itu terbayar di PSR🥹Ternyata “trust the process” bukan cuma kalimat penyemangat aja. Bener-bener bangga dan terharu bisa membuktikan ke diri sendiri kalau ternyata aku mampu,” kata Anidyana.
Eka Fitriani juga menyampaikan hal serupa. Ia menulis “Finish strong dan happy! Lari di atas aspal terbaik di dunia dengan view sunrise dan sunset Sirkuit Mandalika,” kata Fitri.
Tidak hanya pelari rekreasional, PSRL 2026 juga diikuti para atlet lari Indonesia. Salah satunya atlet pemegang rekor marathon Asia Tenggara, Robi Syianturi. “Yang pasti ini pertama kalinya saya berlari di Lombok. Saya cukup terkesan dengan pemandangan indah yang disajikan. Meskipun elevasi menantang, tapi hydration point melimpah.” Kata Robi yang meraih podium pertama kategori HM nasional PSRL 2026.
Senada dengan Robi, chef Arnold Poernomo yang mengambil kategori half marathon menyampaikan hal serupa. “Lari di Lombok adalah the real concept of sport tourism. Lain kali, kalau saya berlari di sini lagi, saya akan ajak keluarga dan anak-anak untuk cheering dan juga menikmati keindahan Lombok,” kata Arnold.
Penyelenggaraan PSRL 2026 merupakan kerjasama berbagai pihak. Mulai dari dukungan penuh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah serta para sponsor: Jenius dari SMBC Indonesia, InJourney, RANS, 2XU, Astra Life, Garuda Indonesia, Radical Motorsport Indonesia, Rexona, Alfamart, Bluebird Group, Salonpas Let’s Move, Torch, Gatsby, ALSOK Indonesia, Amaterasun, Ekajaya Fast Ferry, Sunpride, ByeBye-FEVER, ORONAMIN C, SOYJOY, Klook, InJourney Airports, InJourney Tourism Development Corporation, MGPA, dan The Mandalika.
Selain itu, sebagai puncak dari rangkaian perayaan olahraga tahun ini, Pocari Sweat bersiap menyelenggarakan POCARI SWEAT RUN Indonesia 2026 pada bulan September mendatang.
Ajang tersebut menjadi event lari dengan format hybrid terbesar di tanah air, ajang tersebut akan diikuti oleh pelari dari seluruh penjuru Indonesia yang bergerak bersama secara serentak. Baik yang hadir langsung di lokasi utama maupun yang berpartisipasi secara virtual.

Tinggalkan Balasan