SEMBALUN, BERLARI.ID — Lima pelari elite dunia menjadi undangan khusus untuk ambil bagian di ajang Rinjani 100 Ultra 2026 yang berlangsung 1-3 Mei 2026. Mereka akan turun di kategori terberat lari lintas alam di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani itu yakni 162 kilometer. Salah satunya adalah juara bertahan Shange Sherpa yang menargetkan bisa memecahkan rekor atas nama sendiri pada 2023 lalu.
Kelima pelari itu masing-masing Gediminas Grinius, Shange Sherpa, dan Hieu Nguyen untuk pelari pria. serta Man Yee Cheung dan Kaori Niwa untuk pelari perempuan.
Gediminas adalah pelari berkebangsaan Lithuania. Pelari dengan koleksi 833 point INTRA ini, merupakan podium pertama di UTMF kategori 168K tahun 2025 dan podium pertama Ultra X 110 Madeira.
Sementara Shange Sherpa yang mengoleksi 833 point ITRA, adalah pelari asal Nepal. ia merupakan double champion Rinjani 100K kategori 162k masing-masing pada tahun 2023 dan 2025 lalu.
Sementara Hieu Nguyen Si adalah pelari vietnam yang tahun lalu meraih podium ketiga Rinjani 100K kategori 162k. Ia meraih posisi tersebut setelah finis dalam waktu 43 jam 11,23 menit. Selain itu, pelari dengan point 772 itra ini, juga meraih juara pertama di Laan Ultra Trail Vietnam pada 2024.

Adapun Man Yee Cheung pelari Hongkong yang menjuarai ajang Victoria 162 kategori 188k di Hongkong pada Maret 2026 lalu. Man Yee Cheung yang kini mengoleksi 700 point Itra juga merupakan juara MtFuji 100 kategori 166km di Jepang pada 2025.
Sedangkan Kaori Niwa adalah pelari Jepang yang pernah menjuarai Everest 135-Mile Extreme Race pada 2024. Juga juara ketiga di SwissPeaks Trail 360km.
“Ini kali ketiga Rinjani 100. Saya sangat senang berada di sini. Ini adalah event trail yang sangat saya suka, dari atmosfer hingga medannya. Membuat saya kembali lagi untu ketiga kalinya. Saya berharap bisa menikmatinya seperti tahun lalu dan bisa lebih baik, bisa memecahkan rekor saya,” kata Sanghe di akun resmi Rinjani100 Ultra.
Shange saat ini menjadi pemegang rekor finis tercepat Rinjani 100 ultra kategori 162k. Ia mencetak rekor tersebut pada Rinjani 100 Ultra 2023 dengan catatan waktu 40 jam 31,14 menit.
Gediminas mengatakan, ia sudah mengetahui Rinjani 100 sejak beberapa tahun lalu. “Saya selalu ingin mengikuti race ini. Tetapi banyak race di dunia dan saya selalu ambil bagian. Tetapi tahun ini adalah waktu yang tepat untuk ikut sesuatu yang belum pernah, jadi saya di sini sekarang. Saya benar-benar bersemangat,” kata Gediminas.

Agar bisa menaklukkan rute 162K, Gediminas mengatakan telah melakukan persiapan sebaik mungkin. Termasuk mengikuti kompetisi seperti Tenerife Ultra Trail di Spanyol yang menurut Gediminas adalah saudara kecil Rinjani. Apalagi Rinjani 100k kategori 162k akan ia jalani dalam satu hari dua malam.
“Tentu ini akan jadi race yang panjang. Jadi, berat juga untuk berharap. Apakah saya bisa memecahkan rekor dan memenangkan balapan, atau harus merayap ke garis finis bahkan saya tidak finis. Tapi ya, yang saya pikirkan adalah memulai race, lalu kita lihat selanjutnya,” kata Gediminas seperti dikutip dari akun resmi Rinjani 100 Ultra.
Rinjani 100 Ultra akan dibagi dalam enam kategori. Kategori tersebut yakni 162 km, 100 km, 60 km, 36 km, 27 km, dan kategori baru 12 km.
Kategori 162 km akan start dari Belanting, Lombok Timur. Sementara kategori 100 km dan 60 km dari Senaru, Lombok Utara. Adapun kategori 36 km, 27 km, dan 12 km start dari Sembalun.
Menurut halaman Rinjani 100 di laman fonesport.id, total peserta yang mendaftar mencapai 4.863 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 2.270 pendaftar tervalidasi. Para peserta yang mendaftar berasal dari 38 negara termasuk Indonesia.

Tinggalkan Balasan