SEMBALUN, Berlari.id — Rinjani 100 Ultra akan berlangsung pada 1-3 Mei 2026 mendatang. Kurang dari seminggu jelang ajang lari lintas alam di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani itu, para peserta mengungkapkan berbagai perasaan yang sudah tak sabar tetapi deg-degan.
“Saya sangat excited banget. Deg-degan juga,” kata Yoga Marsa Dinata (27), pelari asal Padang, Sumatera Barat yang akan turun di kategori 36K.
Rinjani 100 Ultra akan dibagi dalam enam kategori. Kategori tersebut yakni 162 km, 100 km, 60 km, 36 km, 27 km, dan kategori baru 12 km.
Kategori 162 km akan start dari Belanting, Lombok Timur. Sementara kategori 100 km dan 60 km dari Senaru, Lombok Utara. Adapun kategori 36 km, 27 km, dan 12 km start dari Sembalun.
Menurut halaman Rinjani 100 di laman fonesport.id, total peserta yang mendaftar mencapai 4.863 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 2.270 pendaftar tervalidasi. Para peserta yang mendaftar berasal dari 42 negara termasuk Indonesia.
“Walaupun sudah latihan sudah cukup lama, tapi kalo sudah menjelang race rasa cemas dan deg-degan pasti ada. Jadi tinggal kita menjaga kesehatan dan fisik menjelang race nantinya,” tambah Yoga.

Pelari dari komunitas Padang Trail Runners ini mengaku sudah memasuki masa tapering atau menurunkan intensitas latihan. “Volume latihan juga kadang naik turun. Cemas berkepanjangan menjalang Race rinjani100 ini. Apalagi Berat badan sudah mulai agak naik. Walaupun Kategori 36K. Kita juga siapkan fisik mental juga,” kata Yoga.
Terkait latihan, Yoga menambahkan, ia latihan fisik setiap hari. “Tiap Minggu kita kejar minimal elevasi 1000-3000 m, juga ada Longrun nya sekitar 10-15Km untuk ngelatih endurance. Termasuk strenght training untuk ngelatih otot-otot supaya tidak kaget nanti nya,” tambah Yoga.
Saat ditanya alasan ikut Rinjani 100K, pria yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan ini mengatakan Rinjani 100 adalah ajang internasional yang sangat bergengsi.
“Sangat antusias mengikuti event Rinjani100ultra ini. Bisa dibilang juga rinjani 100 ultra ini adalah lebaran nya para pelari Trail di Indonesia😅 intinya orang yang ikut Rinjani ini , sakitnya yaa 1-2 hari , tapi bangga nya sampe ke anak cucu kita nanti , kita ceritakan,” ujar Yoga.
Tidak hanya peserta dari luar, pelari asal Lombok juga antusias sekaligus tegang untuk tampil Rinjani 100k. Syukri misalnya, akan mengikuti kategori 60K.

“Kenapa ikut R100 lagi ya karena penasaran saja pengen nyobain atmosfer kategori 60k dan karena sebelumnya sudah pernah ikut yang kategory 27k dan 36k,” kata Syukri.
Syukri mengaku tegang dalam dua minggu terakhir jelang Rinjani 100k. “Perasaan dua minggu menjelang race R100 kali ini tegang sih karena tahun ini ambil yang kategory 60k. Dibanding tahun lalu ambil kategori 36k masih bisa agak santai,” kata Syukri.
Syukri yang kini sedang memasuki masa tapering run mengatakan, sudah melewati peak training atau puncak latihan. Tetapi ia masih ada latihan medium setelah itu.
Tidak hanya yang punya pengalaman trail hingga pernah ikut Rinjani 100k sebelumnya, pelari yang baru pertama kali trail juga sangat antusias.
“Sungguh sangat excited sekali, perdana trail langsung di event Rinjani100. Selain perdana trail, perdana main ke Sembalun juga. Doakan saya finish bahagia,” kata Denis Tumbuan, pelari asal Lombok yang akan turun di kategori 12K.
Pantauan berlari.id, para peserta Rinjani 100k sudah mulai tiba di Sembalun. Mereka datang lebih awal selain untuk aklimatisasi (penyesuaian diri dengan Sembalun), juga menjajal jalur Rinjani 100 sesuai kategori mereka.
Pelari Lithuania Gediminas Grinius yang akan turun di kategori 162K misalnya, sempat menjajal jalur Rinjani 100k. “Pemandangan yang menakjubkan, jalur yang teknis, sulit, dan curam,” kata Gediminas.

Tinggalkan Balasan